Benda itu keluar dari dalam kotak anehnya, semua orang berteriak dan berhamburan keluar dari laboratorium Profesor Andi. Aku tidak bisa berlari saking terlalu takutnya Aku untuk bergerak. Aku bersembunyi dibawah meja, Aku merasa ada sesuatu yang merayap dibahuku, rasanya gatal namun lembut sentuhannya, Aku takut untuk merabanya. Akhirnya Aku mencoba meraih bahuku.“Ahhhh….. !!” Aku berteriak sekeras mungkin. Benda aneh kecil itu ada dibahuku, dengan warnanya yang putih seputih salju dan mata merah yang mengisyaratkan ingin mengancam seperti ingin menakutiku.
Benda itu tingginya tak lebih dari 3 inci, namun gigitannya yang pertama melukai Profesor Andi yang mengakibatkan Prof terbaring mati menjadi tua renta. AKu tau, Aku belum di gigit tapi siapa tahu kapan benda aneh itu akan menyerangku.
Tiba-tiba sebuah tangan menarik tanganku dan mengibaskan benda aneh itu dari bahuku dengan jaketnya.
…