Senin, 30 Juli 2012

Makan tuh Cinta!

    
Aku duduk dibawah pohon rindang, menikmati alunan musik yang sendu. Huufftt .. lelah rasanya, Aku risa , Aku kelas sebelas di SMA Negeri I, Aku sangat suka sendirian. Duduk-duduk sendiri dengan senangnya.

 

               "Pagi cewek super cuek !! " Sapa sahabat karibku Sita.

               "Hmm .."

               Aku hanya diam tak peduli dengan perkataannya, kemudian Sita duduk disebelahku. Sita tetap mengejek sambil tertawa-tawa. Bicara soal sifat, kebanykan orang tahu, Aku adalah gadis paling cuek yang pernah ada. Aku tidak suka kehebohan , dan Aku sangat tidak peduli dengan apa yang dibicarakan saat ini.

              Tidak banyak yang mau berbicara denganku, karena keacuhanku yang sudah akut. Meski ada gempa dan Tsunami sekalipun Aku tidak pernah peduli.

              Sita, sahabatku satu-satunya yang setia, sahabatku yang selalu menemaniku, Dia sangat baik. Namun yang tidak kusukai dari Sita adalah saat Dia menceritakan Fahmi, dan yang sangat disayangkan, Dia menceritakan Fahmi setiap hari.

              Fahmi, kekasih Sita. Dia sangat Playboy dan suka cari perhatian dibelakang Sita. Seringkali Fahmi menggoda beberapa cewek yang lagi asyik nngkring didepannya, termasuk Aku. Fahmi itu orangnya suka senyum-senyum sendiri sok manis dihadapanku, dan melontarkankalimat-kalimat puitis dihadapan semua teman-temanku.

             Aku sudah bilang ke Sita berulang kali. Kalau Fahmi itu cowok keren tampang doang, namun Dia cowok murahan yang gak pantes dapetin Sita. Seringkali Sita tak percya padaku, karna Sita sudah naksir berat sama yang namana Fahmi si kelas bahasa yang bisa bikin Sita terpesona karena ketampanannya. Padahal Fahmi sering ganta-ganti boncengin cewek tanpa sepengetahuan Sita.
           Hari itu sekolahku berulang tahun, sekolah mengadakan pensi yang terbilang seru yang bersamaan dengan Bulan Bahasa yang diadakan dua tahun sekali.

            Aku kembali duduk dibawah pohon rindang dengan Sita. Gerombolan anak-anak lainnya pun asyik berada dilapangan.

           “Sa, itu Fahmi apa bukan ?”Tanya Sita padaku sembari meremas tanganku dan menunjuk kearah kerumunan anak.

           “Aduh ! apasih Sit ?”Bentakku sembari melihat apa yang ditunjukkan Sita.

           “Itu Fahmi? Tapi itu siapa?”

           “Iya , itu Si Fahmi, lalu yang bersamanya ?”Ujarku cuek namun sedikit heran.

           “Aku harus kesana!!”Teriak Sita.

           “Jangan, coba Kau pastikan dulu ! jangan malu-maluin IPA III donk”Aku menahannya.

           Kemudian beberapa anak kelas Bahasa tidak sengaja lewat dan bergerombol didepanku dan Sita.

          “Kalian anak Bahasa kan?”Tanya Sita kegerombolan tersebut.

          “Iya, Kamu mantan pacar Fahmi kan? Anak IPA III?”Kata salah seorang cewek.

          “Eh, Aku yang pacarnya !”

          “Lho ! yang dibawa Fahmi kemari itu yang pacarnya, Dia sampai berani mengenalkannya kepada Pak Subhan”

          “Lho ! berani main-main Dia!”Ujar Sita dengan muka merah padam.

          Tiba-tiba Sita berlari menghampiri Fahmi dan gadis itu. Aku tetap mengikuti langkah Sita meskipun sebenarnya Aku sangat malas berurusan dengan Fahmi

           Fahmi terlihat bingung, kemudian Dia terlihat ketakutan. Gadis yang bersamanya jadi ikut kebingungan melihat wajah Fahmi yang pucat pasi.

         “Permisi ?! boleh kenal?”Ujar Sita sembari tersenyum sinis kegadis itu.

         “Riska! “Ujarnya

         “Pacar Fahmi ya? Kok gak pernah lihat disekolah ini”

         “Iya, Aku anak SMK3. Aku diajak pacarku kesini, sekalian ada Bulan Bahasa dan acara sekolah”

          Fahmi terlihat galau. Dia tak berani berbicara apapun.

         “Lho ! kamu ini gak punya malu ya ? kepedean banget ! berani masuk kesekolah orang ! dasar orang asing !”Bentak Sita sembari menjambak rambut panjang milik Riska.

         “Ahh… !!” Teriak Riska, sehingga membuat semua murid dilapangan melihat kearah Riska.

         “Sita ! cukup !”Bela Fahmi

         “Selingkuhanmu yang keberapa?!”Bentak Sita ke Fahmi ,namun Fahmi hanya terdiam.

         “Maksudmu apa cewek setan !!”Balas Riska menjambak Rambut Sita.

         “Aku pacarnya Fahmi! Kamu itu gak tahu malu ya ? udah seenaknya masuk kesekolah orang, Kamu itu Cuma penyusup !”

         “Eh, mulutmu itu dijaga donk! Aku yang pacarnya Fahmi!”Riska tidak bias menahan emosinya dan menampar pipi Sita.

         “Kamu itu gak bisa dibilangin ya !”Sita balas menampar.

         Akhirnya Riska dan Sita bertengkartidak karuan. Aku yang melihat Fahmi yg dari tadi hanya melongo dan tidak memisahkan pacar-pacarnya.Aku menghampiri Fahmi pelan-pelan dan membisikkan sepatah kata.

         “Dasar cowok gila!”Kataku pelan yang membuat matanya terbelalak kagetdan malah diam membisu.

         Aku segera memisahkan pertengkaran Riska dan Sita. Namun Fahmi, tetap dengan mata kosongnya melihatku tak berkedip.
Kemudian aku mendekati Fahmi dan …...

“Praakk !” Aku tampar pipi kanannya dengan sekuat tenaga.

Saat Ia tersadar , bergegas Ia membantu Riska yang jatuh karna amukan Sita.



Riska berdiri dan menghadap Fahmi yang sedang tampak kacau.

“Kita putus !”Teriak Fahmi sembari pergi dari sekolah saat itu juga



Belum sempat Fahmi mengejar Riska, tiba-tiba Sita melepakan sebuah kalung dari lehernya. Kemudian Sita menangis terisak, hal yang tak pernah Aku dapati, saat-saat Sita menangis.



Sita memandag kalung itu sebentar, dan melmpar kalung itu tepat dimuka Fahmi. Saat itu juga Sita memelukku dan ku ajak dia menjauh dari kerumunan orang.



. . .



Beberapa saat kemudian , Sita sudah mulai tampak tenang.. Aku dan Sita kembali beraktifitas di acara Bulan Bahasa. Tiba-tiba Fahmi menghampiriku dan Sita yang lagi duduk santai dikantin.

“Mau apa kau?”Ujarku sinis.

“Kayaknya Aku cinta Kamu deh !”Ujar Fahmi sambil senyum-senyum kecil padaku.

“Sudah gila ya kamu?diputusin dua cewek sekaligus, tapi masih saja cari gebetan lain”Ujar Sita sinis membelaku.

“Tuh bener banget !”ujarku membenarkan ucapan Sita.

“Tapi Aku beneran suka kamu Sa !” Paksa Fahmi.



Akhirnya , Aku dan Sita berdiri kemudian melewati Fahmi , Tanpa sngaja kami menoleh bersamaan dan mengatakan hal yang sama pula.

“Makan tuh cinta !”Ujar Kami berdua sambil diiringi tawa yang terbahak-bahak disemua penjuru lapangan.



Kemudian Sita berlari menuju panggung, dan tanpa ragu naik keatas panggung yang disana terdapat band yang senang tampil. Dia juga mengambil paksa microphone milik sang vokalis. Aku sangat bingungcampur malu melihat ulah Sita.



“Lagu ini buat mantanku yang pecundang !” Ujarnya sambil tersenyum lebar kemudian menyanyi gak karuan dengan suara yang tidak memadai.



Kemudian aku tersenyum melihatnya bersenang-senang diatas panggung. Mungkin kejadian hari in tak membuat Fahmi jera mendapatkan gebetan-gebetan barunya. Hingga akhirnya Aku dan kawan-kawan lainnya memberi tepukan paling keras untuk Sita, sahabatku .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar